Peristiwa

Capaian Akses Air Bersih di Provinsi Jambi

Peristiwajambi.com, JAMBI – Pada tanggal 22 Maret 2022 kemarin, seluruh dunia merayakan Hari Air Sedunia. Sejarah hari air sedunia dimulai pada tahun 1992, dimana di tahun tersebut berlangsung konferensi PBB tentang lingkungan dan pembangunan di Rio de Janeiro Brasil. Kemudian di tahun yang sama, Majelis Umum PBB menyatakan setiap tanggal 22 maret diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Peringatan pertama dilaksanakan mulai tahun 1993 dengan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya.

Di tahun 2022 ini, tema World Water Day adalah “Groundwater : Making The Invisible, Visible”, kemudian pemerintah mengadaptasi menjadi tema nasional yaitu “MANTAB : Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan”.

Masih dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, maka sekarang kita perlu tahu bagaimana akses Penduduk Indonesia akan air bersih, terutama di Provinsi Jambi. Apa semua orang sudah terlayani atau malah masih banyak orang yang kekurangan sumber air bersih.

Pada tahun 2021, BPS mencatat rumah tangga yang menggunakan sumber air minum bersih di Provinsi Jambi mencapai 63,97 persen. Kota Jambi menjadi kabupaten/kota dengan tingkat penggunaan sumber air minum bersih tertinggi mencapai 91,23 persen, dan merangin menjadi yang terendah dengan persentasenya hanya sekitar 46,85 persen.

Konsep definisi sumber air minum bersih yang digunakan BPS disini adalah sumber air minum yang terdiri dari air kemasan, air isi ulang, leding, untuk air yang berasal dari sumur bor/pompa, sumur terlindung serta mata air terlindung dilihat lagi jaraknya dari penampungan limbah/kotoran/tinja terdekat harus lebih atau sama dengan 10 meter.

Penggunaan sumber air minum bersih di Provinsi Jambi, masih lebih rendah dibandingkan dengan angka Nasional yang sudah mencapai 75,98 persen. Angka Jambi tersebut bahkan lebih rendah bila dibandingkan dengan Nusa Tenggara Timur yang sering dikaitkan dengan kurangnya pasokan air bersih. Penggunaan air bersih di NTT sudah mencapai 64,75 persen.

Sebenarnya dari sisi suplai, cakupan pelayanan air bersih oleh perusahaan air bersih di Provinsi Jambi pada tahun 2020 sudah mencapai 81 persen. Angka capaian ini diperoleh dari persentase kecamatan di Provinsi Jambi yang sudah terlayani oleh perusahaan air bersih. Di beberapa kabupaten/kota, angkanya bahkan sudah mencapai 100 persen, yaitu Kerinci, Sarolangun, Batanghari, Bungo, Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh.

Pertanyaan yang sekarang muncul, mengapa ketika cakupan layanan air bersih dari perusahaan air bersih di Provinsi Jambi sudah tinggi, tetapi persentase rumah tangga yang menggunakan sumber air bersih itu masih rendah? Jawabannya adalah karena sumber air bersih itu tersebut belum dapat diakses secara maksimal oleh masyarakat.

Sebenarnya ada beberapa faktor yang disinyalir menjadi penyebab penggunaan air bersih masih rendah di Provinsi Jambi yaitu pertama, biaya pemasangan leding yang cukup tinggi. Tingginya biaya untuk pasang baru leding ini kadang kala menjadi penghambat utama rumah tangga untuk menggunakan air PDAM. Memang sering kali ada bantuan biaya pemasangan baru air leding, akan tetapi tidak semua orang bisa mendapatkannya.

Kedua biaya iuran bulanan yang bagi sebagian orang cukup memberatkan. Memang biaya per bulan tergantung dengan pemakaian rumah tangga per bulan, tapi karena air merupakan kebutuhan yang sangat primer, digunakan juga untuk MCK, jadi pemakaiannya memang relatif banyak untuk setiap rumah tangga.

Ketiga jaringan air bersih dari PDAM yang tidak menjangkau ke pelosok daerah. Investasi pada infrastruktur jaringan air bersih yang membutuhkan biaya tinggi menyebabkan kadang kala hanya dapat menyentuh sebagian daerah saja, utamanya di ibukota-ibukota kecamatan.

Keempat masih kurangnya sosialisasi akan syarat sumber air minum bersih. Sumur, sumur bor, sumur pompa, dan mata air dapat masuk sebagai sumber air minum bersih apabila memenuhi kriteria. Penjelasan tentang ini yang dirasakan masih kurang kepada masyarakat.

Dalam menjawab isu sumber air minum bersih ini, beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah, baik pemerintah kabupaten/kota atau pemerintah Provinsi Jambi adalah pertama, memberikan subsidi kepada masyarakat baik untuk pemasangan baru ataupun iuran bulanan. Subsidi yang diberikan harus tepat sasaran, dimana bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang kurang beruntung dari sisi ekonomi.

Kedua, terus melakukan ekspansi pembangunan jaringan-jaringan air bersih baru, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pelosok. Kegiatan ini sudah pasti akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, akan tetapi demi untuk kesejahteraan masyarakat kegiatan ini harus menjadi prioritas.

Ketiga membangun fasilitas-fasilitas sumber air minum bersih alternatif untuk daerah-daerah yang sulit terjangkau oleh PDAM. Program-program Pamsimas (penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) yang selama ini sudah dilaksanakan oleh pemerintah pusat agar terus dilanjutkan. Dan yang tidak kalah penting adalah pemeliharaan fasilitas Pamsimas yang sudah ada, agar masyarakat dapat terus menggunakannya.

Keempat bantuan perbaikan sumber air minum masyarakat agar memenuhi kriteria sumber air minum sehat. Kalau selama ini ada program bedah rumah, mungkin perbaikan sumber air minumnya dijadikan salah satu fasilitas yang diperbaiki. Sebab, kategori rumah layak huni tidak hanya dilihat dari kualitas bangunan rumah saja, akan tetapi juga dilihat dari sanitasi dan sumber air minumnya.

Kelima sosialisasi tentang sumber air minum bersih. Pemberian tambahan pengetahuan tentang sumber air minum kepada masyarakat menjadi hal yang sangat krusial untuk dilakukan secara kontinu. Air bersih sebagai faktor yang mempengaruhi status gizi masyarakat, utamanya balita menjadi konsen bersama sebagai salah satu wujud penanggulangan stunting di Jambi.

Semoga dengan momentum Hari Air Sedunia ini, keadilan dalam hal akses terhadap air bersih dapat terwujud dengan baik. Setiap orang, masyarakat, dan rumah tangga mempunyai hak yang sama untuk memperoleh air minum yang layak. Tugas pemerintah dan semua pihak untuk mewujudkannya. Salam.

Penulis
Nama: Nopriansyah, SST, MSi
Jabatan : Statistisi BPS Provinsi Jambi

Terpopuler

To Top