Peristiwa

Ria Mayang Sari: Empat Pilar “Bentengi” Generasi Muda hadapi Dampak Negatif Kemajuan Teknologi

Peristiwajambi.com, BUNGO – Di tengah padatnya agenda kegiatan sebagai Anggota DPD-RI dan MPR-RI, Ria Mayang Sari selalu memberikan perhatian khusus pada kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Indonesia. Pada kesempatan kali ini, Sentor asal Provinsi Jambi ini membahas keempat 4 pilar kebangsaan di tengah-tengah masyarakat kelurahan Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Hadir pada acara tersebut, aparatur pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Periode 2014-2019 ini menjelaskan dasar hukum pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Anggota MPR. Menurutnya, Pelaksanaan sosialisasi yang akan dilakukan dengan melibatkan seluruh anggota MPR di daerah pemilihan menunjukkan adanya tanggung jawab bersama dalam memberikan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat.

“ Saya berharap kegiatan ini dapat mendorong penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai luhur bangsa sebagaimana terdapat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika” Ucap Ria Mayang Sari. Senin (21/3/2022).

Dalam diskusi tersebut, Alumni Fakutas Hukum UNJA ini mampu membawakan materi 4 pilar menjadi mudah dipahami oleh masyarakat dengan memberikan contoh-contoh konkrit nilai-nilai 4 pilar tersebut dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan. Sehingga, masyarakat antusias dengan kegiatan tersebut.

Andini salah seorang peserta menyebutkan “Diskusinya menarik, Bu Mayang mampu menjelaskan materi 4 pilar ini secara sederhana dan mengena sekali dalam kehidupan kami. Padahal, kalau kita pelajari sendiri, materi 4 Pilar Kebangsaan Indonesia bikin kita pusing”.

Pada sesi diskusi, peserta mengajukan pertanyaan “Kalau diperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh Bu Mayang tadi, 4 pilar kebangsaan ini dapat menjadi salah satu “benteng” bagi kita semua untuk menghindari atau setidaknya meminimalisir persoalan dampak negatif perkembangan teknologi dan globalisasi”.

Lebih lanjut ditanyakannya “Dapatkah ibu jelaskan bagaimana cara paling efektif bagi kita orang tua untuk menanamkan dan memberikan pemahaman mengenai 4 pilar kebangsaan Indonesia pada anak-anak atau generasi muda kita?’ Dengan sistematis Sri Kandi Provinsi Jambi ini menjelaskan bahwa “Potensi adanya dampak positif dan dampak negatif dari teknologi dan globalisasi seperti dua sisi mata uang. Tugas kita, sebagai orang tua adalah membekali dan memastikan bekal tersebut dapat dipergunakan secara maksimal oleh anak-anak kita untuk menghindari dampak negatif dan memperoleh keuntungan dari kemajuan teknologi tadi. Apa bekalnya?

Dalam konteks diskusi kita hari ini, maka menurut saya adalah bagaimana caranya kita, baik sebagai orang tua dan guru memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, diantaranya yang termuat dalam 4 pilar tadi. Namun, yang perlu kita pahami bersama, anak-anak adalah manusia yang unik, mereka adalah manusia yang sangat cepat belajar dengan contoh”.

Untuk itu, Ria Mayang Menyarankan “selain mengajarkan mereka secara konvensional, orang tua harus memberikan contoh atau teladan yang baik pada anak-anaknya. Perpaduan mengajarkan secara konvensional dan memberikan teladan atau contoh kepada mereka mengenai 4 (empat) pilar kebangsaan menjadikan anak kita punya cukup pemahaman mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam 4 pilar kebangsaan”.

Pada akhir sosialisasi, Ibu satu anak yang gemar membaca ini berharap seluruh peserta yang hadir tidak hanya memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dan UUD 1945 serta pilar kebangsaan lainnya, tetapi juga nilai-nilai tersebut praktikkan dalam kehidupan sehari. “kalau bukan kita yang mengamalkan nilai-nilai tersebut siapa lagi?, kalau bukan sekarang kapan lagi kita mengamalkannya” tutupnya mengakhiri sosialisasi. (*)

Terpopuler

To Top