Peristiwa

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Ria Mayang Sari Angkat Tema Pancasila Sebagai Dasar dan Ideologi Negara dan Tantangan yang Dihadapi Serta Solusinya

Peristiwajambi.com, JAMBI – Senator asal Provinsi Jambi, Ria Mayang Sari, S.H., M.H di tengah suasana yang masih diselimuti Pandemi Covid-19 tetap turun ke lapangan untuk mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan. Menurutnya, pemahaman akan empat pilar kebangsaan akan menjadi salah satu aspek penting untuk membentuk karakteristik bangsa sekaligus mengantisipasi persoalan yang akan muncul di masa yang akan datang

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kali hari ini mengusung tema “Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara dan Tantangan Kekinian Yang dihadapi Bangsa Indonesia serta Solusinya”. Menurut Mantan Ketua DPRD Bungo Periode 2014-2019, Tema ini menjadi penting mengingat saat ini Indonesia tengah dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia sebagaimana yang telah dimuat dalam Ketetapan MPR Nomor: V/MPR/2000 tentang Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Nasional.

Berbagai Persoalan tersebut tentunya harus terus disampaikan, diingatkan dan diwaspadai oleh seluruh masyarakat Indonesia, serta mengingatkan eksistensi Pancasila baik sebagai dasar negara maupun ideologi negara dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut.
Dalam paparannya, Ria Mayang Sari menjelaskan bahwa “Pancasila merupakan konsensus atau kesepakatan nasional yang dapat diterima oleh semua kelompok atau golongan masyarakat di Indonesia. Dengan demikian, Pancasila menjadi dasar negara yang mempersatukan seluruh masyarakat Indonesia menjadi satu bangsa Indonesia untuk bersama-sama mencapai tujuannya”. Ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anggota MPR-RI Periode 2019-2024 ini juga menyampaikan bahwa “secara yuridis ketatanegaraan, pancasila adalah dasar negara republik indonesia sebagaimana terdapat pada pembukaan UUD NRI tahun 1945 yang kelahirannya ditempa dalam proses perjuangan kebangsaan indonesia sehingga perlu dipertahankan dan diaktualisasikan. Pancasila perlu diaktualisasikan agar dalam praktik berdemokrasinya tidak kehilangan arah dan dapat meredam konflik yang tidak produktif.

Dalam kegiatan tersebut, masyakat sempat mempertanyakan bagaimana menyikapi jika ditemukan seseorang atau sekelompok orang yang perilakunya diduga tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Terhadap pertanyaan tersebut, Alumni Fakultas Hukum Universitas Jambi ini menjelaskan “salah satu langkah atau sikap awal ketika kita melihat perilaku Saudara kita yang belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila adalah dengan tidak mengucilkan atau menjauhinya serta tidak memusuhinya, sebaliknya kita hendaknya menunjukkan sikap kepedulian, persahabatan dan persaudaraan yang kuat kepadanya. Dengan pendekatan persuasif ini diharapkan terjadi perubahan sikap secara sukarela dengan kesadaran tinggi. Namun menurutnya, Namun, apabila upaya tersebut tidak berhasil dan saudara kita itu menunjukkan sikap yang konkrit bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, apalagi dapat membahayakan keselamatan dirinya dan masyarakat serta negara Indonesia, maka wajib hukumnya bagi kita untuk menyampaikan persoalan ini kepada pihak yang berwajib untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan”.

Sebagai penutup, Ria Mayang Sari mengajak seluruh peserta yang hadir untuk ikut berperan serta menularkan pemahamannya yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi ini kepada teman, sahabat dan keluarganya. Ia meyakini, dengan upaya yang demikian terjadi akselerasi pertumbuhan kesadaran kolektif dari seluruh masyarakat Indonesia tentang makna atau nilai-nilai Pancasila sekaligus bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. (*)

To Top