Peristiwa

Sosialisasi Empat Pilar MPR, Ria Mayang Sari Harap Masyarakat Perkuat Pemahaman dan Implementasi 4 Pilar Kebangsaan Untuk Tangkal Radikalisme

Sosialisasi Empat Pilar MPR, Ria Mayang Sari Harap Masyarakat Perkuat Pemahaman dan Implementasi 4 Pilar Kebangsaan Untuk Tangkal Radikalisme

Peristiwajambi.com, JAMBI – Sosialisasi Empat Pilar MPR, Ria Mayang Sari Harapkan Masyarakat Memperkuat Pemahaman dan Implementasi 4 (empat) Pilar Kebangsaan Untuk Tangkal Radikalisme.

Ria Mayang Sari Anggota Dewan Perwakilan Daerah sekaligus anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), kali ini melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada Masyarakat dan Tokoh Masyarkat Desa Marga Manunggal Jawa (Unit-6) Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Sosialisasi kali ini diselenggarakan dengan mengangkat tema “MEMPERKUAT PEMAHAMAN EMPAT PILAR KEBANGSAAN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PAHAM RADIKALISME”.

Tema ini menjadi penting mengingat ancaman radikalisme masih cukup tinggi terjadi di Indonesia. Bahkan, hasil survey yang dilakukan Wahid Institute menunjukkan trend intoleransi dan radikalisme di Indonesia cenderung meningkat dari waktu ke waktu, ucap Ketua DPRD Kabupaten Bungo Periode 2015-2019 dalam sambutannya.

Dalam paparannya, disampaikan pula bahwa Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika sangat penting sebagai pondasi atau dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menjamin keutuhan dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan Anggota MPR-RI ini bahwa Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan sebagai untuk memperkuat pemahaman dan pengimplementasian Empat Pilar Kebangsaan di tengah-tengah masyarakat sebagai upaya mencegah paham radikalisme dan intoleran tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Sosialisasi ini sambut antusias oleh Masyarakat. Dalam diskusi, Salah seorang masyarakat bertanya “Bagaimana menyikapi tindakan radikal atau terorisme yang menyerang tempat ibadah agama tertentu (melakukan bom bunuh diri) sehingga dapat menimbulkan pandangan negatif terhadap agama yang dianut oleh pelaku?”. Mayang menjelaskan, bahwa “Sikap radikalisme dan intoleran tidak berkaitan dengan ajaran agama tertentu karena setiap ajaran agama akan selalu mengajarkan kebaikan, sikap toleran, dan saling menghargai antar umat beragama maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, ketika terjadi tindakan radikalisme yang dilakukan oleh penganut agama tertentu, maka sikap kita adalah bahwa tindakan tersebut tidak dilakukan oleh ajaran agama tertentu. Melainkan, oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab”. Ujarnya.

Kemudian, menurutnya “Jangan sampai tindakan oknum tersebut mempengaruhi pandangan atau persepsi kita tentang saudara-saudara kita yang menganut ajaran agama yang berbeda dengan kita adalah tidak baik. Sebaliknya, kita harus menyadari bahwa ajaran agama kita masing-masing mengajarkan kebaikan dan kita semua adalah bersaudara. Kita perlu menjaga dan terus memupuk rasa persatuan dan persaudaraan sebangsa dan setanah air. Saya yakin dan percaya dengan menyikapi demikian, dapat menekan sikap radikalisme dan intoleran di sekitar kita” Tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, Alumni Fakultas Hukum Universitas Jambi ini menghimbau agar orang tua dan masyarakat terus mengingatkan anak-anak mereka atau generasi millennial akan pentingnya memahami empat pilar kebangsaan sebagai benteng untuk mencegah terpaparnya dari sikap radikalisme. Dan berharap orang tua terus memantadu perilaku anak sebagai upaya pencegahan secara dini paparan sikap radikalisme pada anak-anak. (*)

To Top