Peristiwa

Rilis BPS : Jumlah Penduduk Miskin Provinsi Jambi Naik 10,3 Ribu Orang

Rilis BPS : Jumlah Penduduk Miskin Provinsi Jambi Naik 10,3 Ribu Orang

Peristiwajambi.com, JAMBI – Dampak Covid-19, jumlah Penduduk Miskin pada September 2020 sebesar 288,10 ribu orang, naik 10,3 ribu orang. Hal ini Berdasarkan rilis yang keluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi JAMBI pada Senin (15/9/2021),

“Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Jambi pada bulan September 2020 mencapai 288,10 ribu orang (7,97 persen), bertambah sebanyak 10,3 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2020 yang sebesar 277,80 ribu orang (7,58 persen).” ujar kepala BPS Provinsi Jambi, Wahyudin.

Lanjutnya, jumlah persentase penduduk miskin didaerah perkotaan naik dibandingkan penduduk miskin di daerah pedesaan per September 2020

“Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2020 sebesar 10,41 persen naik menjadi 11,22 persen pada September 2020. Sementara persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada Maret 2020 sebesar 6,23 persen naik menjadi 6,40 persen pada September 2020.” Lanjutnya.

“Selama periode Maret 2020-September 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 9 ribu orang dari 123,64 ribu orang pada Maret 2020 menjadi 132,60 ribu orang pada September 2020, sedangkan di daerah pedesaan naik sebanyak 1,3 ribu orang yaitu dari 154,16 ribu orang pada Maret 2020 menjadi 155,50 ribu orang pada September 2020.” Tambahnya.

Sementara untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Jambi juga naik pada Agustus 2020. “Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) naik pada Agustus 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,13 persen. Terjadi kenaikan sebesar 1,07 persen poin dibandingkan Agustus 2019 yang sebesar 4,06 persen. Sebanyak 252,88 ribu penduduk usia kerja (9,35 persen) terdampak Covid-19 pada Agustus 2020, dengan rincian: 18,79 ribu penduduk menjadi Pengangguran. 2,62 ribu penduduk menjadi Bukan Angkatan Kerja. 13,74 ribu penduduk Sementara Tidak Bekerja. 217,74 ribu penduduk Bekerja dengan Pengurangan Jam Kerja (ShorterHours)”Pungkasnya. (Rma)

To Top