Peristiwa

Profil Syafril Nursal Dari Bangku SD Hingga Menjadi Jenderal

Frofil Syafril Nursal Dari Bangku SD Hingga Menjadi Jenderal

Peristiwajambi.com, JAMBI – Nama Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Drs. H. Syafril Nursal, S.H, M.H ramai dibicarakan di tengah masyarakat Jambi belakangan ini. Hal itu terjadi setelah DPP Partai Demokrat resmi mengeluarkan rekomendasi pengusungan pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Provinsi Jambi, duet petahana Fachrori Umar dan Syafril Nursal dalam Pilgub Jambi 2020, Selasa, (18/8) lalu.

Sebagai putra asli Jambi, nama Syafril Nursal tak asing lagi bagi sebagian masyarakat. Meski demikian, masih banyak yang bertanya terkait rekam jejak calon pemimpin Provinsi Jambi untuk 5 tahun kedepan ini.

Irjen Pol. Drs. H. Syafril Nursal, S.H, M.H lahir di Tanah Pilih Pesako Betuah pada 3 Oktober 1962 silam, sebagai anak kedua dari lima bersaudara. Sejak kecil, oleh kedua orangtuanya, Syafril sudah ditanamkan nilai-nilai agama, nasionalisme, pentingnya pendidikan, dan jiwa sosial. Tak heran jika nilai-nilai kebaikan yang pernah diajarkan oleh orangtuanya terpatri abadi dalam sanubarinya dan tak pernah ia lupakan hingga saat ini.

Syafril mulai mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD), setelah mengenyam pendidikan di SD selama 6 tahun kemudian ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Negeri (SMP) 7 Kota Jambi. Tak berhenti disana lalu ia melanjutkan lagi ke jenjang berikutnya di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 1 Kota Jambi.

Setelah selesai mengenyam pendidikan selama 3 tahun di SMAN 1 Kota Jambi, Syafril memutuskan untuk mengabdikan diri kepada negara dengan berkarir di Kepolisian. Ia memulai karirnya di Kepolisian dengan lulus dari AKABRI (bagi Kepolisian saat ini disebut AKPOL) pada tahun 1986 dengan pangkat awal Inspektur Polisi Dua (IPDA).

Kecerdasan ayah 3 anak ini sudah terlihat sejak masa kecilnya, bahkan saat masih mengenyam pendidikan di AKABRI, dia berhasil meraih peringkat 5, kemudian raihan peringkat 2 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), dan peringkat 2 di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, bersama dalam satu angkatan dengan Panglima TNI saat ini, Marsekal Hadi Tjahjanto. Tak sampai di situ, ia juga pernah mengikuti Pendidikan Antiteror di Amerika Serikat pada tahun 2001 silam.

Jejak kepemimpinan Syafril Nursal sudah terbentang dalam setiap tahap kehidupannya, sejak masa kanak-kanak, remaja, dan berlanjut dalam berkarir menjadi bhayangkara. Sejak pertama bertugas di Kepolisian, ia dipercaya menjabat berbagai jabatan strategis dan penting. Tugas pertama dalam karirnya sebagai bhayangkara yakni mengemban amanah sebagai Waka Polsektif Polda Kalbar pada tahun 1986.

Ia juga tercatat sudah beberapa kali memegang tongkat komando dengan jabatan pimpinan mulai dari kapolsek seperti Kapolsek di wilayah Polda Kalbar (1987), Kapolsektif Polda Kalbar (1988), Kapolsekta Pontianak Polda Kalbar (1990), dan Kapolsek Bekasi (1994).
Mengemban fungsi reserse, Syafril juga pernah dipercaya menjadi Kasat Serse Polwiltabes Surabaya (2001), hingga menapaki jenjang karir yang cemerlang sebagai kapolres, seperti Kapolres Lumajang (2002), Kapolres Jember (2005), dan Kapoltabes Pekanbaru (2006).

Mendapat tugas berat dan menantang adalah bagian dari kecemerlangan karirnya sebagai polisi. Syafril pernah pula menjadi Direktur Reserse Narkoba Polda Riau (2006), hingga menjabat Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri (2017). Pada penghujung tahun 2019, ia mendapat kepercayaan sebagai Kapolda Sulawesi Tengah hingga saat ini.

Kendatipun sudah lama berkarir di Kepolisian, pemegang gelar sarjana dan magister ilmu hukum ini dikenal sangat egaliter, humble, dan mudah dalam bergaul. Perwira tinggi Polri aktif dengan pangkat Inpsektur Jenderal Polisi atau bintang dua yang masih aktif hingga sekarang ini, akan memasuki purna tugas sekitar 2 bulan lagi yakni pada 3 Oktober 2020.

Persinggungannya dengan dunia luar negeri menjadikan Syafril sebagai warga dunia sejak muda. Berbagai aktivitas sejak duduk di bangku Sekolah Menengah hingga AKABRI semakin mengasah kepemimpinan Syafril. Selama aktif di korps baju coklat misalnya, Syafril pernah dipercaya menjadi Ketua Senat Sespim Polri. Posisi tersebut tentunya merupakan jabatan prestisius yang tak semua polisi berkesempatan untuk mendapatkanya.

Berorganisasi sudah menjadi hobi Syafril sejak masih duduk dibangku sekolah menengah. Kepiawaiannya dalam berkawan dan mengelola komunitas membuatnya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Jambi di perantauan dengan mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pucuk pimpinan Badan Musyawarah Keluarga Jambi Nasional (BMKJ – Nasional) sebagai ketua umum untuk masa jabatan selama 4 tahun. Selain itu ia juga diamanahkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Keluarga Kerinci Nasional (PB HKKN).
Bukan sekedar pemimpin yang ciamik dalam bertugas, perannya sebagai pemimpin pada banyak organisasi kemasyarakatan terbukti mampu menggerakkan orang lain untuk membangun dan mengharumkan daerahnya. Kepeduliannya pada dunia pendidikan menjadikannya salah satu tokoh masyarakat yang inspiratif. Salah satu darma baktinya yang menonjol ialah menghimpun dan menggerakkan keluarga Kerinci perantauan di seluruh nusantara untuk bersama-sama membangun Kota Santri Internasional di Kerinci melalui Yayasan Ummah Ummul Quro. (*)

To Top