Advertorial

Kutuk Keras Aksi Teror Bom Bunuh Diri, Pemprov Jambi, Kanwil Kemenag, TNI/Polri, Kejati dan Lintas Agama Jambi Gelar Pernyataan Sikap

Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar Menandatangani Surat Pernyataan Sikap

Peristiwajambi.com, JAMBI – Aksi Teror Bom yang terjadi disejumalah tempat di Kota Surabaya dan di Mapolda Riau beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Jambi, Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Kapolda Jambi, Dandrem 042/Gapu, Kejati serta Perwakilan Berbagai Lintas agama di provinsi Jambi menggelar Pernyataan Sikap, bertempat di Ruang Pola Kantor Kemenag Provinsi Jambi, Kamis (17/5).

Dalam Pernyataan Sikap ini di hadiri oleh Plt. Gubernur Jambi Fachrori Umar mengutuk keras atas aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di beberepa tempat di kota Surabaya.

Fachrori menegaskan Aksi bom bunuh diri yang merengut banyak korban nyawa itu adalah perbuatan yang tidak manusiawi yang mengikut sertakan anak-anak untuk melakukan aksi tersebut.

“Dengan ini kami selaku pemerintah provinsi Jambi, menyatakan mengutuk keras aksi bom bunuh diri,” Tegas Fachrori.

Ini isi pernyataan sikap Pemprov Bersama Lintas Agama Provinsi Jambi :

1. Mengutuk keras aksi teror bom di berbagai tempat di Indonesia, apalagi melibatkan anak-anak, tindakan tersebut bukanlah mencerminkan kemuliaan Ajaran Agama, tetapi Doktrin sesat dari paham keagamaan.

2. Menghimbau kepada seluruh organisasi Lintas Agama untuk senantiasa saling menghormati Ajaran Agama dan Keyakinan masing-masing serta memberikan pembinaan kepada seluruh Umatnya akan pentingnya Hidup Rukun dan Damai di Provinsi Jambi pada khususnya dan di Indonesla pada umumnya.

3. Berkomitmen bahwa sesungguhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati, dan menolak berbagai upaya yang ingin merusak Persauaan dan Kesatuan Republik Indonesia.

4. Meminta kepada DPR Republik Indonesia untuk segera menyelesaikan Rancangan undang-undang Anti Terorisme sebagai panduan dalam Penegakan Hukum.

5. Menghimbau kepada Juru Penerang Agama, Penyuluh Lintas Agama, Dai dan Mubaligh untuk menyampaikan pesan Keagamaan yang menyejukkan dan menghindari Dakwah Provokatif yang dapat merusak persatuan.

6. Mendukung sepenuhnya langkah-langkah Pemerintah, TNI dan Polri dalam melakukan tindakan tegas terhadap pelaku teror dan berbagai upaya yang dapat merusak nila-nilai persaudaraan dan kebangsaan.

7. Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1439 H, meminta kepada seluruh umat beragama untuk saling menghormati dan menjaga kekhusu’an ibadah di bulan suci Ramadhan.

(Rhama)

To Top