Connect with us

Ria Mayang Sari Harap Para Santri Mampu Bersaing dan Berkompetisi di Era Globalisasi

Peristiwa

Ria Mayang Sari Harap Para Santri Mampu Bersaing dan Berkompetisi di Era Globalisasi

Ria Mayang Sari Harap Para Santri Mampu Bersaing dan Berkompetisi di Era Globalisasi

Peristiwajambi.com, BAHAR – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ria Mayang Sari kunjungi Pondok Pesantren Serambi Mekkah, Desa Bakti Mulya, Sungai Bahar dalam rangka Menyambut Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1441 H, Rabu (11/3/2020).

Dalam sambutannya, Wanita yang akrab disapa Mayang ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan Pondok Pesantren yang telah mengundang dirinya.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Pondok Pesantren Serambi Mekah yang telah berkenan mengundang saya pada hari ini. Sebenarnya, walaupun saya baru pertama kali ke Pesantren ini, tetapi tak terhitung seringnya Saya mendengar keberhasilan pondok pesantren ini dalam membina dan mendidik para santri, terutama dari orang tua kita, Bapak Fachrori Umar yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Gubernur Jambi.” Ujar Mayang.

Mayang menjelaskan, Bapak Gubernur kita yang juga seorang alumni pondok pesantren begitu mengapresiasi kurikulum dan metode pengajar di Pesantren kita ini, betapa tidak selain diajarkan ilmu agama, santri diajarkan pula bahasa asing, terutama Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. “dengan berbekal keilmuan tersebut Beliau sangat yakin bahwa akan lahir generasi muda Provinsi Jambi yang tidak hanya cerdas tetapi juga generasi muda berkarakter islam.” Jelas Mayang.

Lanjut Mayang, Pada momentum menyambut Isra Mi’raj junjungan kita Nabi Muhammad SAW, guru kita telah menyampaikan dengan sangat menarik sejarah dan peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. “Saya menangkap bahwa peristiwa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW bukan hanya perjalanan fisik semata, tetapi perjalanan jiwa atau spiritual. Dari peristiwa tersebut paling terkandung 3 (tiga) nilai penting, yakni nilai spiritual, nilai ritual dan nilai sosial.” Lanjut Mayang.

Mayang juga berpesan kepada seluruh Santriwan dan Santriwati untuk mampu mengaktualisasikan dan mencontoh teladan Rasulullah SAW di zaman modern saat ini.

“Pada kesempatan ini saya hanya ingin menyampaikan bahwa dalam konteks kekinian khususnya zaman modern dimana teknologi telah berkembang pesat, Para Santriwan dan Santriwati berkewajiban dan harus mampu mengaktualisasikan 3 (ketiga) nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak boleh lengah dengan kemajuan teknologi yang semuanya menggunakan pendekatan logika dan ilmu pengetahuan, maka hanya yang diterima oleh logika yang dipercaya. Sehingga, dalam pikiran kita akan terbangun konstruksi berpikir bahwa jika tidak masuk akal atau logika maka diragukan kebenarannya sehingga membuat kita untuk enggan melaksanakannya. Menurut saya, justru sebaliknya, kemajuan teknologi menyadarkan kita betapa besar Ke’esaan Allah SWT menciptakan mahluk yang dapat membangun teknologi seperti saat ini. Sehingga, aspek ritual kita untuk menjalankan seluruh perintah dan menjauhi larangannya dilaksanakan sebaik mungkin.” Pesan Mayang.

Selain itu juga, Mayang mengatakan Perkembangan teknologi saat ini cenderung membuat hubungan kita sesama manusia sedikit merenggang, bahkan kepada orang tua. Kita lebih asyik menyentuh gadget dan tersenyum sendiri di rumah ketika liburan pesantren dibandingkan menyentuh dan mencium tangan orang tua serta bercengkrama dengan Ibu dan Bapak yang sangat ingin mendengar perjuangan anaknya ketika belajar di pesantren. “Untuk itu, marilah kita gunakan teknologi sesuai dengan kebutuhan dan semata-mata sebagai alat pendukung untuk mengembangkan diri.” Kata Mayang.

Selain itu juga, Mayang berharap kepada Santriwan dan Santriwati untuk mampu bersaing dan berkompetisi di era globalisasi saat ini.

“Para santri tidak perlu kuatir dengan karier ke depannya, sejarah sudah membuktikan betapa banyak alumni pesantren dapat berkiprah di berbagai bidang, sebagai contoh yang terdekat saja, orang tua kita, Bapak Fachrori Umar yang merupakan alumni Pondok Pesantren, memiliki karier panjang di bidang pemerintahan, sudah pernah menjadi hakim Pengadilan Agama, wakil gubernur dan sekarang gubernur. Selain itu, Bapak Mahfud MD yang juga alumni Pesantren membuktikan bahwa alumni Ponpes dapat menjadi dosen, guru besar, Menteri bahkan Hakim Konstitusi.” Harapnya.

“Saya optimis Provinsi Jambi di masa yang akan datang tidak hanya menjadi daerah yang maju dan sejahtera tetapi juga menjadi daerah yang memperoleh BERKAH dan Ridho dari Allah SWT. Sehingga, tidak salah jika Bapak Gubernur Jambi sangat berkomitmen membangun pesantren untuk menjadi sebuah lembaga pendidikan yang maju. Namun demikian, tentu upaya Bapak Gubernur tidak dapat dilakukan secara instan, butuh waktu untuk mewujudkan semuanya. Untuk itu, pada kesempatan ini mari bersama-sama kita bersatu padu untuk mendukung Pemerintah Provinsi Jambi untuk terus membangun dunia pendidikan Islam ke depannya.” Tambah Mayang.

Untuk keadaan yang Indonesia hadapi sekarang terkait Virus Corona (Covid-19), Mayang menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dan pola hidup sehat.

“Sebagai penutup saya menghimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat baik untuk diri sendiri maupun keluarga serta lingkungan di sekitar kita, hal ini penting untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang baru-baru ini kondisi menguatirkan kita. Namun demikian, kita tentu tidak boleh berlebihan dalam menyikapi persoalan tersebut, sehingga menurunkan produktivitas. Kita harus yakin bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan berbagai upaya pencegahan dengan sebaik-baiknya. Untuk selanjutnya, seperti yang tadi disampaikan bahwa kita yakin dan percaya setiap perjalanan kita telah diatur oleh sang perencana terbaik, yakni Allah SWT, termasuk dalam menyikapi penyebaran virus Corona.” Pungkas Mayang.

Turut hadir, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jambi, Hj. Rahima Fachrori, Istri Pj Sekda Provinsi Jambi, Ustad Andre Satria beserta istri serta tamu undangan lainnya. (Rma)

Berita terkait

To Top