Connect with us

Fachrori Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Tingkatkan Pengawasan dan Kesadaran Pentingnya K3

Advertorial

Fachrori Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Tingkatkan Pengawasan dan Kesadaran Pentingnya K3

 

Fachrori Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Tingkatkan Pengawasan dan Kesadaran Pentingnya K3

Peristiwajambi.com, JAMBI – Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum pimpin upacara peringatan Ke 50 Tahun Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Peningkatan Disiplin ASN, bertempat di Lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi, Senin (27/10/2020) pagi.

Upacara ini diikuti oleh Anggota TNI, Kepolisian, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta Karyawan Swasta Perusahaan yang berada di Provinsi Jambi.

Dalam kesempatan ini juga, Fachrori menyerahkan piagam penghargaan kepada perusahaan yang peduli terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta memberikan santunan kepada karyawan perusahaan yang mengalami kecelakaan kerja.

Sambutan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah yang dibacakan Gubernur Jambi Fachrori Umar mengatakan Peringatan Hari K3 Nasional Tahun 2020 merupakan momentum yang sangat strategis dan bersejarah mengingat Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja telah mencapai usai 50 tahun.  Pada usia setengah abad Undang-undang ini menghadapi tantangan-tantangan baru dalam dunia Ketenagakerjaan.  Salah satu diantaranya adalah revolusi industri.

Dalam menghadapi revolusi industry 4.0 yang ditandai dengan adanya inovasi otomatisasi, super computer, artificial intelligence dan fleksibilitas pola kerja yang telah membawa perubahan ekonomi berbasis digital, Kementerian Ketenagakerjaan mengambil tema “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi” sebagai tema pokok Bulan K3 tahun 2020.

Fachrori menyampaikan, Pemerintah saat ini memiliki 7 agenda prioritas yang tertuang dalam RPJMN, diantaranya adalah meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing serta memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.

“Dalam agenda peningkatan kualitas SDM, perlu pemahaman K3 yang komprehensif bagi SDM di perusahaan, guna memastikan dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan beresiko, dapat dilakukan secara aman. Pada akhirnya dapat menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, efisien dan produktif. Juga dalam agenda pembangunan infrastrukur, diarahkan pada infrastruktur yang mengubungkan kawasan produksi dengan pasar dalam rangka memperluas kesempatan kerja dan mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat. Program pembangunan tersebut harus didukung dengan penerapan K3 agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja.” Ujarnya.

Fachrori mengatakan, Penerapan K3 pada revolusi industri 4.0 masih menghadapi banyak tantangan, salah satunya adalah kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi digitalisasi. Perubahan tersebut akan menimbulkan hilangnya beberapa jenis pekerjaan baru dengan pendekatan digital dan IT. Fenomena ini dpat berdampak pada timbulnya jenis potensi bahaya baru.

“Oleh karena itu diperlukan strategi pengendalian yang lebih efektif, efesien, serta inovatif dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja” Kata Fachrori.

Lanjut Fachrori, Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2018 telah terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja dan sepanjang Januari hingga september 2019 terdapat 130.923 kasus. “Hal ini menunjukan terjadinya penurunan kasus kecelakaan kerja sebesar 26,40 persen.

Kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia dan indeks pembangunan Ketenagakerjaan. Untuk itu pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan baik Pengusaha, Serikat pekerja, pekerja dan masyarakat untuk terus meningkatkan pengawasan dan kesadaran pentingnya K3” Lanjutnya.

Dalam rangka mendorong terlaksananya perlindungan K3 yang efektif dan efisien meningkatkan pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat Kerja, maka upaya yang paling tepat adalah menerapkan sistem manajemen K3 (SMK3) sebagaimana amanat pasal 87 undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan telah diatur pula dalam peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2012 tentang penerapan SMK3.

Pada tahun 2019 telah dilakukan berbagai upaya meningkatkan pelaksanaan K3 secara Nasional di antaranya adalah :
1. Peraturan perundang-undangan serta standar di bidang K3
2. Meningkatkan peran pengawas bidang K3 dalam pembinaan dan pemeriksaan serta penegakan hukum di bidang K3
3. Meningkatkan kesadaran Pengusaha, Pengurus Tenaga Kerja dan masyarakat sehingga memiliki kompetensi dan kewenangan bidang K3
4. Meningkatkan peran masyarakat lembaga K3 dan pemeduli K3
5. Meningkatkan peran asosiasi-asosiasi profesi K3 dan perguruan tinggi memiliki program K3
6. Meningkatkan peran serta Indonesia dalam forum-forum regional dan internasional dalam bidang K3
7. Menyimpulkan informasi dan layanan K3 berbasis digitalisasi.

(Rma)

Berita terkait

To Top